PhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucket

Friday, July 13, 2012

Traveling : It's All About Perspective

Apa yang ada dalam benak anda begitu mendengar kata "Traveling"?
Photobucket

Traveling dalam bahasa berarti perjalanan, maka dari itu anda bebas mengartikannya sendiri, perjalanan adalah kata yang luas dan bukan hanya berarti liburan. Bagi saya, semua orang berhak mendapat kepuasan lewat Traveling,Perjalanan yang nyaman,aman dan tak terlupakan adalah kunci yang penting bagi saya (atau bagi yang lain?). Dan juga tidak melupakan kebersamaan. Sangat sederhana, Traveling menurut saya sesederhana kalimat "ayo sekali-sekali lewat jalan ini, siapa tahu ada hal baru".Sekarang saya ingin bertanya. Bagaimana perasaan anda ketika melihat orang yang sangat dekat dengan anda begitu antusias dan begitu bahagia saat menemui sesuatu yang baru saat traveling disebelah anda?

Bicara perspektif..ya...sudut pandang, bagi saya menghabiskan akhir pekan yang singkat di daerah yang dekat rumah saja adalah sebuah traveling, mau jalan kaki, ataupun naik sepeda. yang terpenting adalah hal itu berisi waktu yang sangat berkualitas yang dilakukan bersama-sama (Sendiri pun juga bisa). benar, tidak usah mengeluarkan uang pun hal tersebut bisa dilakukan. Namun bagaimana dengan sudut pandang mata orang lain..apakah baginya traveling adalah tindakan pemborosan?tindakan tidak berguna?atau malah kegiatan wajib yang harus rutin dilakukan?

Traveling memang erat kaitannya dengan expense,tapi apakah selalu benar bila more expense,more convenient and complete trip? kadang ada anggapan bahwa less expense,more adventurous trip! hehe.. coba say ambil contohnya, biasanya transportasi semakin mahal ya semakin cepat dan nyaman, namun dengan bayar moda transportasi termurah, jadi lebih tahu gimana rasanya jika sebagai penduduk asli wilayah tersebut dan menjalankan aktivitas sehari-hari,trust me..banyak hal yang akan ditemui selama perjalanan..

Saya sendiri bukan lah expert traveler..mungkin, cupu traveler lah hehe.Saya masih sedikit pengalaman urusan bepergian, namun entah kenapa saya merasa menikmatinya,dan merasa ini bagian dari hobi saya. Saya teringat ketika membaca sebuah Travel Blog Javamilk.com yang terdapat tipe-tipe turis yang dijelaskan bahwa sifat asli seseorang akan keluar pada saat traveling. Come on..we're just want to have fun while traveling..pertama saya akan perlihatkan komponen penting apa saja sih yang biasa dipertimbangkan untuk Traveling (terutama overseas)?

1.Perjalanan

2.Akomodasi

3.Agenda

4.Konsumsi


Saya sangat bersyukur karena saya (dan juga keluarga saya) hobi dengan yang namanya traveling, tapi bukan untuk menghabiskan waktu disana untuk berbelanja, pesta..atau lainnya. Prinsip "yang penting lihat tempatnya" sangat melekat didiri saya..Ibu saya mengatakan,"tidak apa-apa tiap hari makan tahu dan tempe saja dirumah,asal banyak tahu, banyak lihat". ya, Ibu saya memang seseorang yang suka melihat sesuatu yang baru diluar,dan ia sangat ingin anak-anaknya pun tahu dengan budaya luar,dan kehidupan bangsa-bangsa lain di belahan dunia.Urusan agenda,saya biasanya menyukai agenda yang padat namun efisien,mungkin ada juga traveler yang enjoy dengan menghabiskan banyak waktu di suatu tempat juga. Selain itu,saya juga selalu memikirkan apakah masuk ke tempat tersebut,atau hanya berfoto di depannya saja ya?hehe.pertimbangkan juga harga tiket masuknya.. Makanya saat saya bepergian,saya jarang membawa Bagasi,selain lama nunggu keluarnya,repot juga hehe..ini juga buat menahan diri saya semoga pas pulang juga cukup Backpack dan tas kamera saya,jangan sampai beranak..hehe tapi belanja-belanja juga nggak salah kok.

"Ngapain sih lo jalan-jalan,ngehambur-hamburin duit doang",Ya... Anda yang menjalani hidup,anda yang paling mengerti diri anda sendiri bagaimana dan seperti apa. Setiap orang mempunyai kondisi masing-masing,dan andaipun kita berhak menasihatinya,lebih baik pikirkan dan arahkan diri sendiri untuk hal yang positif..Kalau dikira saya menghabiskan jutaan rupiah untuk tiket..itu salah besar bro..saya pun juga akan berpikir berkali-kali untuk mengeluarkan uang demi membayar full fare tiket pesawat..


Banyak Travelers khususnya backpackers yang menyiasati biaya akomodasi dengan menginap di Hostel,atau lebih tepatnya Dormitory Room (Asrama),biasanya diibaratkan seorang traveler hanya membayar sebuah tempat tidur,sehingga harus tidur bersama turis-turis lain dan dengan toilet yang digunakkan bersama.Bagi saya,hal itu memang menarik,dan menambah wawasan untuk menambah kenalan,namun, itu jika sendirian,jika Traveling bersama keluarga,itu beda..Bagaimanapun orangtua membutuhkan privasi yang lebih dan juga kamar mandi pribadi yang mudah untuk diakses,dan juga..kan niatnya jalan-jalan..melepas stress..boleh kan didukung dengan kamar privat lengkap dengan kamar mandi pribadi (ensuite)?tapi tetap cari yang budget saja. Kedua,adalah soal konsumsi,memang,bawa beras,bawa bahan makanan dari Jakarta dan masak sendiri adalah hal rutin yang saya lakukan saat bepergian,karena harga makanan di luar itu berbeda,kebayakan mahal,namun, apa salah nya bila anda sesekali  tetap mencicipi apa kuliner yang khas dari negara tersebut?

Bagi saya yang traveling sekeluarga ber-4. Asumsinya adalah harga dormitory (bed yang mix dengan pengunjung lain) dengan kamar mandi bersama diluar adalah 15-30 Dollar US. jadi jika ber-4 adalah 80 Dollar per-malam (perkiraan 20 Dollar/ pax). Nah, sekarang coba cari rate di internet dengan setting kamar yang bisa menampung ber-4. Jika terdapat kamar dengan rate 80-100 US Dollar dan terdapat kamar mandi didalam (ensuite), lebih menguntungkan bukan?? tentunya anda lebih merasa nyaman untuk tidur, atau untuk menaruh barang bawaan anda.

Travel tips!:
Saya biasa menggunakan Booking.com karena dapat menampilkan hasil pencarian hotel sesuai dengan preferensi kamar yang diinginkan. Sehingga hasil yang ditampilkan hanyalah hotel-hotel yang memiliki kamar untuk 4 orang, dan harga yang ditampilkan pun sudah total dari selama menginap (di beberapa negara seperti asia tenggara pajak belum dimasukkan, akan terlihat saat di kolom pembayaran). Anda tinggal urutkan saja berdasarkan harga termurah. Bagi yang suka Agoda, saya sarankan bagi anda pemilik Smartphone untuk menelusuri hotel lewat aplikasi resmi Agoda untuk Android, atau iOS. Dikarenakan jika lewat web tidak memberikan preferensi sedetail booking.com, anda hanya buisa mencarir rate untuk hotel pada tanggal yang diinginkan saja. Tapi begitu anda membuka lewat aplikasi Agoda, semua lebih beda dan lebih mudah, anda bis amencari hotel sesuai dengan keinginan berapa jumlah ruangan, atau berapa orang per-ruangan. selamat mencoba!

Wah..Penginapan hotel dengan kamar mandi pribadi,juga wisata kuliner padahal tujuan awal kan traveling hemat?..bagaimana kedua hal tersebut saya lakukan?oke,paragraf berikut akan sedikit membahasnya..

Kalau dalam hidup saya,jawabannya adalah, bagaimana jika anda mengurangi pengeluaran sehari-hari anda sewaktu di kota tempat tinggal anda? Saya adalah orang yang jarang keliaran diluar, bisa dibilang, anak rumahan..Apalagi untuk ke mall,atau apa..jarang sekali,kemana-mana seringnya naik motor..dan karena pada dasarnya saya tidak suka dengan yang namanya keramaian hehehe...Tapi kalau dipikir-pikir,ternyata sering dirumah dibanding keliaran seharian malah lebih hemat lho pengeluarannya,ini yang kadang-kadang membuat saya merasa "ah,diliat-liat,itu orang kayaknya jadi lebih boros dari saya". Setiap saya traveling pun,saya tidak suka dan sangat jarang berbelanja,bahkan di Itenary saya pun  hampir tidak pernah memasukkan agenda belanja,sekali-sekalinya jika memang harganya sangat terjangkau,seperti saat saya beli kaos di Beijing seharga 25 ribu. Bukan berarti saya merekomendasikan anda jadi anak rumahan ya,hehe. Jangan deh jadi anak rumahan, jadinya gak gaul, bergaul itu penting bro..haha.Naah..makanya..lagi-lagi menyangkut judul kan , "Perspective"..yang dimana tiap orang memiliki sudut pandang tersendiri yang berbeda-beda. Boleh jadi anak rumahan, tapi banyakin kegiatan dan gerak jangan diem aja nanti sesek napas hehe.

Setiap orang mempunyai kebutuhan masing-masing,Maka jika menjadikan Traveling sebagai kepentingan utama, pasti akan kerasa beda .Saya juga baca dari TravelBlog-nya Mas Sonson Ns,dia pun sama..dibilang orang tajir amat jalan-jalan terus..padahal menurutnya,itu semua karena keinginan utamanya hanya untuk traveling,hidupnya pun dia bilang bukan kehidupan mahal,dia tidak suka belanja,dia bukan perokok,juga bukan peminum,itu sebenarnya pengeluaran juga lho..wah ini tipe traveler yang saya suka, hehe..Nikmatilah waktu yang ada saat anda traveling, berfikir bijak lah saat berencana mengeluarkan budget yang dimiliki.

Dewasa ini..fenomena yang banyak timbul di masyarkat, mungkin bisa juga di sebut Parokialisme ya?..Sebuah pandangan menilai orang sesuai dengan sudut pandangnya sendiri ,misal Si A menilai Si B hidupnya menghambur-hamburkan uang,membanggakan uang orang tuanya..sudahlah..stop,dan coba berfikir santai sejenak,belum tentu orang yang dianggap petantang-petenteng tersebut memang benar adanya seperti itu,dan juga..banyak yang bersikap layaknya orang biasa dan sewajarnya..namun dalam praktik kehidupan sehari-harinya ternyata tidak konsisten dengan prinsip yang ingin ia pegang tersebut,mengerti lah ya maksudnya tidak konsisten itu..Wah sudah deh..kok jadi malah melintir kemana-mana topiknya,hehe..

Setiap orang punya tujuannya sendiri,nggak ada dia nggak ada tolak ukur buat lo men..ambil positifnya aja,hargai setiap tujuan dan prinsip orang,ikhlas lah dengan keberagaman,maka anda akan nyaman dengan hidup yang anda jalani..simple saja kok,feel free..selalu berusaha arahkan hidup ke hal yang positif,saya selalu yakin bahwa untuk mencari kebahagiaan akan kehidupan sangatlah mudah didapat..dengan cara,hargai hidup orang lain.ingat,kondisinya tidak sepenuhnya akibat perbuatannya sendiri...Memang benar kalau kata pepatah bahwa "Happiness only real when shared,"tapi sadarkah kalau ada pepatah baru bahwa "you may feel so discomfort,if he shared his happiness with you" hehe. Oleh karena itu, Setiap orang bisa traveling, kemanapun, tanpa peduli apalah yang mereka sebut "kemampuan" dsb. Saya lebih suka menyebutnya kesempatan. Ya, jika materi dirasa hanya berpihak pada orang tertentu, kesempatan dapat datang ke siapa saja. Bisa anda, ataupun saya?idak peduli keterbatasan dan kemampuan diri saya, bukan?

Hidup traveling!jika memang itu bagian dari hidup anda..

"It really depends on you..,it's just all about budget yet pleasure minded.."


Salam..












2 comments:

Unknown said...

setuju dan sependapat banget ral :)
hidup traveling !

raldi said...

Hidup!hehe :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...