Wednesday, February 26, 2014

5 Hari Mengunjungi UK - Day 1 - Perjalanan dari Jakarta Menuju London via Amsterdam

Pada tulisan kali ini saya akan bercerita mengenai perjalanan yang saya lakukan beberapa waktu lalu mengunjungi Kota London dan Liverpool, dimana ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Britania Raya. Alasan saya memilih dua kota tersebut untuk dikunjungi, karena London tentunya sebagai Ibukota juga merupakan tujuan utama bila dikunjungi, dan untuk Kota Liverpool, lebih didasari atas kegemaran saya akan Klub Sepakbola Liverpool FC. Ayo ikuti perjalanan saya!.

Big Ben
Big Ben, Westminster


Perjalanan menuju London saya tempuh melalui Amsterdam. Garuda Indonesia sedianya melayani penerbangan langsung Jakarta ke London (Gatwick) dimulai akhir tahun ini, sayangnya dikarenakan alasan ketidaksiapan infrastruktur landasan Bandara Soekarno-Hatta dalam menangani Pesawat dalam muatan penuh untuk Tujuan London, maka penerbangan London ditunda dan dijadwalkan akan mulai dilayani pada April 2014. 

Penerbangan saya dari Jakarta menuju Amsterdam yang transit sejenak di Abu Dhabi dijadwalkan lepas landas pada pukul 22.10 di malam hari..
Airbus A330-200 Garuda Indonesia at Soekarno-hatta international Airport Jakarta

Saya pikir pesawat didepan saya adalah pesawat yang akan saya tumpangi, ternyata sampai mendekat waktu boarding pun tidak ada kegiatan yang berarti. Akhirnya kami dibawa dengan Bus ke remote, disanalah pesawat yang akan membawa kami berada. Oh iya, sebelum itu saya juga dikejutkan oleh kehadiran pesawat Airbus A330-200 yang di sewa untuk penerbangan haji oleh Garuda, sepertinya pesawa itu saat datang dalam keadaan tidak berpenumpang, dan mungkin hanya melakukan stopover singkat sebelum dikembalikan ke lessor.
Wet-leased Garuda for hajj

Sesaat setelah duduk di dalam pesawat, para penumpang dibagikan beberapa pilihan minuman, dan diiringi pemberian handuk hangat khas Garuda. pesawat yang saya tumpangi saat itu beregristrasi PK-GPP . Tak selar beberapa lama Pesawat akhrinya lepas landas, meleset hanya sedikit dari jadwal keberangkatan yang telah ditentukan.

Cabin A330-200 Garuda Indonesia

Suasana Kabin saat itu, kelas eksektuif tidak terlalu terisi penuh, di section saya lebih didominasi oleh para pilot-pilot WNA dari CRJ Garuda yang lagi pulkam, namun begitu pula dengan kelas ekonomi yang kalau tidak salah saat itu hanya terisi sekitar 150.

Beberapa saat setelah lepas landas mulai dibagikan beberapa hidangan pembuka dan kudapan ringan. Dikarenakan penerbangan malam hari, saya langsung tertidur setelah makanan selesai dibereskan, tahu-tahu terbangun pesawat sudah mulai descend, menandakan tidak lama lagi pesawat akan mendarat di Abu Dhabi..

Approaching Abu Dhabi

Pesawat akhirnya mendarat dengan cukup mulus, terlihat sekilas British Airways 777 yang sudah siap untuk line-up, membuat saya semakin tidak sabar mengunjungi Inggris..

Ground Stop kurang lebih sekitar 1 jam, penumpang transit dipersilahkan turun, Boarding pass lalu ditukarkan dengan kartu transit. Terminal yang nyaman untuk cuci mata, karena dari barang elektronik,  gift, sampai parfum cukup lengkap, tapi saya ujung-ujungnya ya hanya duduk-duduk saja di depan waiting room sembari menunggu panggilan masuk.. Wifi disediakan gratis disini..

Setelah kurang lebih satu jam, penumpang dipersilahkan masuk kembali kepesawat, pada dini hari di Abu Dhabi saat itu traffic sepertinya tidak terlalu ramai, pesawat tidak perlu mengantri dan lepas landas dengan lancar..

Taste of Middle East

Dan ini dia, kudapan ringan yang selalu saya nantikan ketika lepas landas dari Abu Dhabi, hehe. Samosa dan seperti perkedel yang benar-benar kental rasa pedas gurih khas timur tengah nya, jujur kalau bisa nambah saya pastinya tidak akan menolak hehehe..

Cabin A330-200 Garuda Indonesia

Selesai makan, saya kembali mengantuk dan melanjutkan hutang tidur saya yang tadi, dan terbangun saat matahari sudah mulai bersinar terang di sela-sela kaca..

Tiny Fried Rice, Excellent Chicken!

Dan waktu nya sarapan pagi.. setelah memilih Yoghurt sebagai hidangan pembuka, lalu datanglah menu utama yang sudah saya pilih saat baru lepas landas dari Jakarta semalam, Nasi goreng dengan ayam yang porsi nasinya benar-benar sangat minimalis, namun karena saya penyuka daging, buat saya ayamnya sangat-sangat enak, saya rela kalau bisa menukarkan nasi "se-emprit" ini dengan 2 potong ayam lagi, hehehe.

Saya baca banyak yang menyayangkan tidak ada laginya menu Indonesian Rijstaffel.. padahal ini termasuk bagian dalam promosi saat Garuda kembali membuka rute ke Amsterdam, saya jadi penasaran juga alasan kenapa menu ini sudah ditiadakan..

Approaching Amsterdam

Pesawat mulai menurunkan ketinggian, tidak beberapa lama mulai Approach di bandara Schiphol, terlihat sudah daratan Amsterdam...

Video landing dapat dilihat disini.

Vacating the Runway

Pesawat akhrinya mendarat di Schiphol yang saat itu baru saja diguyur hujan yang sepertinya cukup lebat.

Setelah pesawat parkir pun saya cepat-cepat turun agar dapat melakukan check-in transfer untuk pesawat menuju London, namun saya sempat kaget juga saat begitu melewati aerobridge, petugas imigrasi sekitar 5 orang sudah siap standby berhadapan dengan para penumpang. Mungkin ini adalah sesuatu yang normal namun hal ini tidak saya temukan saat saya berkunjung ke Amsterdam pertengahan tahun ini. Petugas imigrasi lalu memeriksa satu-satu paspor kami sembari menanyakan maksud dan tujuan kami, layaknya pemeriksaan di loket imigrasi, jadi seperti diperiksa dua kali ya?, saya sempat melihat gate kedatangan maskapai lain dan sepertinya tidak diberlakukan prosedur tersebut... Saya lalu menjelaskan bahwa saya langsung ke London, petugas lalu dengan ramah memeriksa Paspor UK saya dan saya disuruh ke transfer desk..

Schiphol

Setelah tanya-tanya saya diharuskan ke transfer desk 9 untuk penerbangan KLM tujuan London Heathrow, proses transfer alhamdulillah berjalan lancar.. kami yang mendarat pada pukul setengah 12 siang masih menunggu waiting room dibuka untuk penerbangan kami di KL  1017  yang belakangan saya ketahui juga codeshare dengan Garuda Indonesia di nomor penerbangan GA 9081.

Schiphol

Kami lalu menunggu di tempat duduk yang memiliki power outlet. Hari yang semakin siang membuat saya jadi lapar, antara bingung mau nunggu makan di dalam pesawat saja atau makan dulu disini. Firasat saya akhirnya milih untuk cari makan saja. Tidak lain pilihan saya pastinya ke Mcdonalds, karena biasanya menyediakan Burger value meals di setiap negara, dengan kisaran harga 10-20 ribu rupiah, ( disini sekitar 1 Euro, plus pasti lebih mahal sedikit untuk harga di bandara.)

Schiphol

Setelah cukup kenyang makan 1 Burger sambil menikmati Free-wifi yang dikasih jatah 1 jam saja sehari per device, akhirnya waiting room dibuka, penumpang sepertinya cukup penuh pada hari itu. Di penerbangan musim dingin seperti ini saya lebih suka memasukan jaket ke dalam koper saya, sehingga saya hanya mengenakan kaos oblong hehe.. agar tidak repot di dalam kabin dan juga tidak ribet saat x-ray..

"Pelican"

Pesawat yang akan saya tumpangi adalah KLM Boeing 737-700 registrasi PH-BGP dengan nosename "Pelican"

bawaan saya untuk seminggu di UK, hehehe..

My Luggage for a week in the UK


The Boarding Pass

Pesawat akhirnya mulai boarding, petugas lalu memeriksa paspor para penumpang, abang saya yang berada didepan saya saat menyerahkan paspor ke petugas, petugas tersebut lalu berusaha memanggil-manggil temannya yang saat itu sedang sibuk melayani penumpang yang baru datang dan melakukan pemeriksaan x-ray dengan berkata "Indonesia.. Indonesia..", namun karena temannya tersebut sedang sibuk sehingga tidak digubris.. pada akhirnya kami dipersilahakan saja untuk lanjut menuju pesawat...

Seat saya berada di 20B, cukup berada di belakang, ini pertama kali nya saya naik seri 700, lumayan terasa lebih pendeknya pesawat ini..

"Nyelak"

 Suasana diluar masih gerimis, setelah melakukan taxi yang lumayan panjang, dan ngantri yang memakan waktu juga, agak ngakak sedikit juga waktu tiba-tiba kok pesawat ini nyelak masuk ke runway duluan untuk take off padahal didepannya ada China Southern Cargo 777F sudah line-up.. Pada awalnya pesawat ini saya kira hanya mau crossing runway.. Mungkinkah ada rule "yang bawa orang nyelak lebih penting dari yang bawa barang"? hehehe.. Mungkin ini hal yang biasa ya disini??.

Climb!

pesawat akhirnya lepas landas, mulai mengejar matahari...

Winglets

sampai akhirnya melewati awan-awan tebal tadi.. langit biru mulai terlihat...

KLM 737-700 "Pelican" Cabin Overview

Suasana kabin 737 "Pelican" kala itu..

Pramugari dan pramugara segera bergegas memberikan "hidangan". Tidak menggunakan tray seperti Garuda, hanyalah menenteng boks dengan isi yang saya lihat dari jauh seperti nya roti... hmmm.. sudah tidak sabar saya hehe...

mulai mendekat... dan semakin mendekat.. terdengar kata-kata "savoury.. sweet.. savoury..." dan akhirnya sampai didepan saya, "mau pilih apa pak? sweet atau savoury?". "savoury!", jawab saya seorang penggemar makanan gurih, pas saya genggam, lah kok kayak angin doang isinya... enteng pula... dan ketika dibuka...

Sweet or Savoury??

Saya lalu mensyukuri sendiri firasat saya tadi yang akhirnya memutuskan beli burger.. lumayan deh daripada masuk angin... hehe.. Tapi snack nya enak rasanya untuk saya. Untuk minum saya memilih jus jeruk, dan diberi satu kaleng, tapi kaleng ukuran mini hehehe...

Terlebih dari itu, saya suka sekali dengan apa yang tertera di tissue nya..

But you are the pilot

KLM Inflight

Pesawat akhirnya menurunkan ketinggian, dan perlahan-lahan daratan mulai dapat terlihat jelas..

Descend, London

Bapak Pilot lalu mengumumkan bahwa semoga saja traffic di Heathrow mendukung agar penerbangan ini dapat tiba tidak terlalu meleset dari waktu yang ditentukan..

Mendarat dengan cukup "seru" di Heathrow Airport..

Just Landed at Heathrow

Penerbangan KLM di bandara Heathrow menggunakan Terminal 4. Proses imigrasi alhamdulillah berjalan lancar, pertanyaan seputar tinggal dimana, tujuan, dsb. Waktu saat itu menunjukkan sekitar pukul 2 siang, kami lalu segera bergegas mencari Hounslow Terminal 4 Underground Station dikarenakan kami tidak membawa bagasi.

Heathrow Baggage Collection

Saya lalu mengantri untuk membeli Oyster Card, kartu untuk menggunakan transportasi publik seperti Kereta bawah tanah (underground tube), Bus, overground tube, maupun DLR. Kartu ini bersifat prepaid, mirip dengan e-T*llcard ataupun Fl*zz. Untuk mendapatkan Oyster Card, diharuskan membayar deposit sebesar GBP 5, namun belum termasuk saldo didalamnya. Setelah mengantri di loket cukup lama, akhirnya tiba giliran saya. Sayangnya petugas sangat tidak ramah dalam melayani saya, ini sedikit memberi kesan pertama yang kurang mengenakkan di negeri ini. Ya walaupun petugas memang bukanlah orang asli sini sepertinya. Tapi tidak apa, namanya juga saya tamu, saya tetap ramah saja hehe.

Karena 3 stasiun di Heathrow (Terminal 123, Terminal 4, dan Terminal 5) ini merupakan tujuan terakhir dari Piccadilly Line (Biru), jadi penumpang cukup sepi saat kami naik..

Tube

Perjalanan menuju Stasiun dekat hotel kami tidak begitu lama, karena Hotel yang kami pesan berada di area Hounslow, dekat dengan Heathrow.. tepatnya berada di dekat stasiun Hounslow Central, tempat kami turun.

Stasiun ini hanya berjarak 2 stasiun dari bandara...

Hounslow Central Signage

Disembarking at Hounslow Central

Keluar dari stasiun, disambut oleh suasana lingkungan perumahan-perumahan yang asri, disinari cerahnya langit sore waktu itu. Memang deh, ga ada yang bisa ngalahin cuaca cerah habis hujan, hehehe..

Late Afternoon at Hounslow

Sepanjang berjalan kaki menuju Hotel kami, kami cukup takjub dengan traffic pesawat yang akan mendarat di Heathrow, pesawat  approach terlihat begitu berdekatan, tempat ini lumayan cocok sepertinya untuk spotting, hehehe..

Akhirnya setelah berjalan kaki kurang lebih 5-8 menit, inilah Hotel tempat kami akan menginap selama 2 malam kedepan, Ibis Budget London Hounslow..

Ibis Budget London Hounslow

Alasan utama saya menginap di hotel yang "jauh" dari tengah kota London ini adalah, karena saat itu saya sangat sulit mencari Hotel dengan ensuite bathroom yang dapat menampung 3 orang dengan harga yang rasional di sana. Mungkin ada hotel yang harganya hanya sedikit diatas harga hotel ini, namun biasanya non-refundable, berbeda dengan hotel ini yang dapat dicancel hingga hari H kedatangan, sedangkan rencana saya kadang berubah-ubah, jadi kalau tidak di pesan dari jauh hari, biasanya sudah habis. Hotel Ibis Budget yang sebelumnya dinamakan Etap Hotel ini memang lebih banyak terletak di pinggiran Kota London, namun hanya Ibis Budget Hounslow ini yang saya lihat dekat dengan stasiun tube, sehingga saya pikir memudahkan saya dalam menjangkau tengah kota london. Memang untuk fare zone sendiri, hotel ini terletak di zona 4, dan membutuhkan waktu 30-40 menit untuk sampai ke tengah kota, namun jika memang berencana seharian penuh ekplorasi kota London dan menjadikan tempat ini hanya untuk tidur saya rasa tidak masalah, dan perjalanan dengan kereta seperti MRT juga kadang tidak begitu terasa, apalagi jika tidak harus ganti kereta. Kebetulan juga stasiun yang dekat dengan hotel ini merupakan bagian tube dari Piccadilly Line, line yang cukup banyak menjangkau tempat-tempat penting di tengah kota London. Selain itu, Hotel ini sangat dekat dengan Bandara Heathrow, saya yang cukup capek dari perjalanan dari Jakarta semalam bisa langsung istirahat.

Melihat view keluar, nonton pesawat yang ngantri berdekatan untuk landing di Heathrow..

Below Heathrow Landing path

Dan inilah kamar saya untuk menginap, minimalis tapi cukup fungsional. Rate tergantung dari waktu pemesanan dan musim pada saat itu, kalau beruntung, bisa dapat GBP 25, dan kalau lagi high season bisa sampai GBP 55, dan rate tersebut untuk 3 orang dewasa (1 orang tidur di bunk bed, hehe).

"The Room" - ibis Budget London Hounslow
"The Room" - ibis Budget London Hounslow

Kamar hotel bagi saya yang penting Bersih, itu saja, hehe... dan hotel ini memenuhi kriteria itu.

Laah.. baru juga "leha-leha" sebentar, liat keluar udah gelap aja... Karena berkunjung disaat menjelang winter, jadinya siangnya cuma sebentar, jam setengah 4 matahari udah tenggelam..

 Night at Staines Road, Hounslow

Yasudah deh untuk menghabiskan malam ini mungkin saya hanya berkeliling daerah Hounslow ini saja, sekedar melihat-lihat kehidupan disini, dan tentunya, ada tempat makan apa saja disini...

Udara saat itu cukup dingin bagi saya, sekitar 3-5 derajat saat itu, saya lalu berjalan menyusuri jalan menuju stasiun tadi, tepatnya di High Street, disini ternyata merupakan pinggiran Kota London yang cukup ramai, banyak sekali pejalan kaki dan saya pikir fasilitas cukup lengkap disini.. Terdapat sebuah pusat perbelanjaan/ Mall yang bernama Treaty Center. Untuk makanan, didominasi oleh penjual makanan khas timur tengah dan juga India, bisa dipastikan tidak sulit mencari makanan Halal disni, yang sulit mungkin adalah, mencari yang murah ehehe. Pilihan Fastfood sendiri disini cukup lumayan, ada  McD dan juga KFC, dan tentu saja, pilihan makan malam saya akhirnya jatuh ke Burger McD, kurang sehat memang, tapi, dengan 99 sen, saya bisa kenyang, dengan catatan makan itu dihotel nanti hehehe..

Sebelum jalan kembali ke hotel, saya menyempatkan diri ke toko olahraga Sportsdirect yang kebetulan ada di High Street, selama ini saya hanya melihat-lihat di situs onlinenya, kali ini saya ingin tahu bagaimana dalamnya. Ternyata suasana didalam mirip seperti swalayan yang saya temui di Indonesia, berbagai barang terlihat diobral walaupun tetap tidak masuk akal, namun tujuan saya cuma liat-liat, ya keluar lagi, hehehe..

Sebelum masuk ke Lobby saya menyempatkan melihat minimarket Tesco Express yang terintegrasi dengan Hotel ini, sayang, tidak begitu lengkap produk-produk yang dijual disni. Tapi lumayan, saya bisa beli susu sekitar 1 liter dengan harga 15 ribuan dan juga paket snack Walkers isi 12 yang lagi dibanting harganya saat itu, lumayan mengobati rindu saya jaman sering dapat oleh-oleh ini karena saya sering lihat merek ini sebagai sponsor klub sepakbola Everton waktu itu, ehehehe. Besok saya rencananya akan mengunjungi supermarket  ASDA dekat sini yang telah saya cari infonya di Internet, menyimpan kebutuhan pangan yang lebih rasional bagi saya..

Waktunya kembali ke kamar.. sekaligus... makan malam dengan Hamburger tadi. Langsunglah saya keluarkan kompor mini elektrik yang saya bawa, lalu masak nasi dari beras yang saya bawa dari Jakarta, hehehe.. (Peringatan: Ini saya kurang menganjurkan yaa masak2 gini di kamar, do at your own risk). jadilah kami kenyang malam itu dengan lauk hamburger.. tinggal tidurnya saja, sebelum besok start eksplorasi Kota London.. walaupun masih sekitar jam 8 malam waktu itu..

NEXT : Setelah mengunjungi tempat yang pernah ditingali Ibu saya waktu kecil, kami lalu berkunjung melihat Changing Guard di Bukingham Palace, lalu menuju Westminster, Tower Bridge, dan (depan) Tower of London.

Go to : DAY 2

DAY 1 | DAY 2 | DAY 3 | DAY 4 | DAY 5








5 comments:

Vinh said...

Mantap trip nya om!, kalau boleh tau berapa ya budhet penginapan nya?

Trims.

Regina Tung said...

This one is really useful resource of information. I'm glad to see this post over here.

Public Transportation in Jakarta || Jakarta Airport Pick Up

Regina Tung said...

Wonderful blog post!! I found this post while searching something related to my work. I must say that you have done a commendable job with it! Keep it up!!

Corporate Car Booking With Driver in Jakarta || International Airport Transfer Jakarta

Download film gratis said...

Thanks for share kak :)

Penerjemah Tersumpah said...

Terima kasih mas baden atas artikelnya. Saya membuat artikel serupa yang mungkin juga akan membantu tentang jika ingin melakukan perjalanan ke inggris" dan Semoga membantu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...