PhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucket

Wednesday, May 23, 2012

Akhir Pekan yang Panjang di Tokyo - Day 1

Entah mungkin karena ini pertama kalinya menginjakan kaki di negeri matahari terbit. Perjalanan saya ke Tokyo selama 5 hari tanggal 16-21 mei 2012 kemarin memberikan kesan tersendiri bagi saya. Saya tertarik untuk menceritakan perjalanan ini karena tidak sedikit yang beranggapan bahwa Jepang adalah kota yang sulit untuk dieksplorasi. Memang saya hanya jalan-jalan biasa dan mengeksplor satu Kota saja yaitu Tokyo, tapi menurut saya Kota Tokyo mudah dipahami dan sangat menyenangkan untuk dieksplorasi. Jepang sudah tidak seperti dulu, yang semuanya serba bahasa Jepang. Selain itu, Jepang ternyata tidak hanya terkenal dengan kedisiplinannya, teknologinya, atau kebiasaan penduduknya yang jalan terburu-buru saja. Tetapi banyak juga hal-hal baru lainnya yang saya temukan. Selain itu saya juga akan berbagi pengalaman saya traveling hemat di salah satu kota dengan biaya hidup termahal di dunia ini.

Photobucket
Prologue

Alhamdulillah Begitu mendapatkan kepastian kalau saya bisa berangkat kesana, berikutnya  menentukan apakah menggunakan tour apa tidak. Banyak yang mengatakan bahwa jepang adalah kota yang sulit untuk dieksplorasi, bahkan mahal bila kita mencari-cari sendiri, tapi jika menggunakan tour, perjalanan memang lebih mudah, hanya saja bila membandingkan harganya mahal juga, bahkan hanya beda tipis dengan tour Eropa. Belum lagi kebanyakan tour yang ditawarkan lebih dari 5 hari, sedangkan waktu saya terbatas. Selain itu ada juga yang bilang kalau jepang sudah tidak lagi seperti dulu, yang dimana-mana akan sulit menemukan petunjuk berbahasa inggris. Sekarang katanya jepang sudah mulai menggunakan bahasa inggris. Atas dasar itu,saya memantapkan diri untuk menyusun rangkaian agenda sendiri.

Persiapan pertama yang dipikirkan tentu adalah transportasi. Saya langsung berpikiran kereta lah transportasi yang bisa menolong saya untuk menjelajah Kota Tokyo nanti. Googling dilakukan, dan pertamanya saya asal saja mencari subway map, namun yang keluar berbeda-beda, dan ribet sekali . Setelah saya coba pahami,ternyata di area Tokyo main keretanya adalah JR East, sebuah perusahaan kereta Jepang yang melayani kereta diatas tanah, dan Tokyo Metro juga TOEI yang melayani subway / bawah tanah. Tokyo Metro melayani sebagian besar rute subway , sedangkan TOEI adalah milik pemerintah yang melayani beberapa line saja, namun semua line mereka terintegrasi. Masih banyak lagi kereta lain seperti Tojo Line,Seibu Ikebukuro Line dan lain -lain.
Dari situs Tokyo Metro terdapat fasilitas kalkulasi rute yang bisa diurutkan mau dari jarak tempuh tercepat, harga, atau jumlah transfer (http://www.tokyometro.jp/en/ticket/search/index.php ). Jadi saya bisa memperkirakan waktu dan tarifnyanya. Googling lagi,saya menemukan hyperdia.com, fungsinya sebagai route planner, namun lebih ke banyak pilihan transportasi lain dijepang, termasuk kereta-kereta seperti Shinkansen, ataupun jalur udara sekalipun.

Tiap perusahan kereta memiliki open ticket yang memungkinkan menggunakan tiket tersebut secara unlimited selama waktu tertentu di line yang ditentukan.contohnya saja Tokyo Metro One Day Open Ticket, memungkinkan penggunaan unlimited ride pada semua line Metro selama satu hari,namun tidak untuk line milik TOEI,kalau Tokyo Metro one day open ticket seharga 710,open ticket metro dan toei sekita seribu yen. Awalnya saya tertarik menggunakan one day pass yang dimiliki JR east. Open ticket tersebut mencakup Yamanote line, line yang mencakup sebagian besar pont of interest di Tokyo, namun setelah saya baca-baca di internet, banyak yang menyarankan lebih baik menggunakan Tokyo Metro Open Ticket saja, selain cakupannnya lebih banyak, harganya juga lebih murah. Sebagai gambaran kisaran harga tiket tokyo metro dekat atau jauh berkisar 160-230 yen, jika kita setidaknya menggunakan 5-6 kali kereta sehari, open tiket 710 yen lebih pantas. Saya juga dapat menghemat waktu tidak usah mencari mesin penjual tiket.

Beres soal rencana transport, saya lanjut ke akomodasi. Jepang terkenal dengan negara yang berbiaya mahal, untuk 1 bed di dormitory/hostel dengan shared bathroom dan kitchen saja bisa 200-500 ribu per orang. Belum lagi,di private room hotel saja hitungannya masih per-orang. Pilihan saya akhirnya jatuh pada Sakura Hotel chain, yang mempunyai berbagai hotel/hostel di daerah penting Tokyo, seperti di Asakusa, Ikebukuro, dll. Untuk perjalanan ini saya pilih yang di Ikebukuro karena alasan harga paling murah. Yang menarik,sistem reservasinya sangat-sangat mudah dan cocok bagi saya sekeluarga yang saat itu belum memiliki kartu kredit. caranya hanya tinggal mengisi form yang tersedia di websitenya, lalu akan dikirim e-mail balasan. Setelah itu ditentukan oleh dia kapan kita harus menyerahkan kopi visa dan kapan rekoknfirmasi akan dikirim. Sistem kepercayaan ini benar benar menguntungkan buat saya karena saya tidak memiliki pengalaman sama sekali memesan dari situs agoda dan sebagainya. (Setelah saya pulang dari Tokyo akhirnya saya memutuskan untuk apply kartu kredit, tadinya kami sekeluarga kurang menyukai menggunakan kartu kredit, namun ternyata kartu ini sangat berguna  untuk transaksi diluar Indonesia.)

setelah itu,yang direncanakan adalah agenda perjalanan, saya googling dan banyak informasi yang saya temukan, termasuk thread kaskus yang membahas tentang perjalanan ke jepang. Dati thread itu  ada yang merekokmendasikan buku "2,5 juta rupiah keliling jepang" by Claudia Kaunang. Dari buku inilah saya dapat tambahan referensi bagaimana mengunjungi tempat untuk melihat Gunung Fuji dari dekat,thanks mbak.

Saya lalu buka http://maps.google.com dan ternyata map untuk Jepang cukup mudah dipahami,belum lagi map tersebut lengkap dengan peta exit subway beserta nomornya, jadi semakin mudah mencari jalur exit menuju point of interest. Satu hal yang saya temukan dan sangat membantu saya adalah fitur Street Maps pada Google Maps,wah saya ketinggalan banget ini baru tau ada fitur ini,hehe.jadi street map itu menunjukan view panorama 360 derajat dari tempat kita menunjuk jalan yang kita inginkan. Jadi, dari Jakarta saya sudah setidaknya bisa mengenali suasana jalan yang akan saya lalui. Situs seperti japan-guide.com , exploringtokyo.com dan lain-lain adalah beberapa nama situs yang menjelaskan panduan traveling ke Tokyo. Setiap POI yang ingin saya kunjungi juga menyediakan websitenya sendiri berisi informasi yang ada versi bahasa inggrisnya. Saya jadi bisa memilah-milih tempat mana yang akan saya masuki, atau hanya sekedar berfoto di depannya saja.
(Lihat juga post saya lebih lanjut tentang tips menyusun agenda perjalanan dengan bantuan google maps disini )

The Departure
Oke, pada flight kali ini saya menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 884,direct dari Jakarta ke Narita Tokyo. Plihan lain dari Garuda adalah Jakarta ke Narita Tokyo via Denpasar,atau Jakarta ke Haneda Tokyo via denpasar, Haneda adalah bandara utama Tokyo sebelum pindah ke Narita, Haneda lebih dekat ke pusat kota, sedangkan Narita berada di Kota Narita. Otomatis biaya transport bisa lebih murah, namun sayangnya waktunya kurang pas, tiba tengah malam di sana, dan juga capek juga transit dulu di denpasar. GA 884 Lepas landas dari jakarta pada pukul 23.15 WIB dan diperkirakan mendarat di Narita Pukul 09.00 LT.

PhotobucketSaya bertiga,bersama abang saya dan ibu saya check in sekitar pukul setengah 9 malam,suasana waiting room pertama saya datang masih terlihat sepi, dan lama kelamaan mulai penuh, mayoritas adalah orang jepang pada malam itu. Pesawat akhirnya push back, saya dapat kursi ekonomi yang agak dibelakang di bagian row sebelah kiri. Setelah pesawat A330-200 PK-GPH yang kami tumpangi lepas landas, sebuah roti pun dibagikan kepada penumpang. Cukup mengisi perut saya untuk awal dari flight ini..
waktu tempuh memakan sekitar 7 jam 45 menit, namun ternyata saya hanya dapat tidur sekitar3-4 jam saja selama perjalanan, saat bangun pagi, sarapan pun dibagikan.. kali ini adalah omelet dengan sosis dan tomat..
Photobucket
suasana kabin saat itu..
Photobucket

beberapa saat setelah itu pesawat mulai descent

Photobucket Photobucket

Photobucket
dan Alhamdulillah pesawat mendarat..pesawat kami parkir di sebelah 744 korean

PhotobucketPertama kali turun pesawat dan menginjakan kaki di Narita, suasananya hampir mirip saat saya pertama mendarat waktu di Incheon, Korea Selatan tahun lalu. Tanpa buang waktu saya langsung bergegas menuju ruang imigrasi, disana terdapat satu ibu-ibu petugas yang mengatur antrian, ibu-ibu itu ramah sembari mengecek kelengkapan untuk proses imigrasi dan memberitahu kita masuk ke jalur yang mana ,agar antrian terbagi rata dan efisien,proses imigrasi berjalan cepat. Petugas hanya menanyakan nominal yang saya bawa,yang saya kosongkan karena saya pikir itu kalau bawa declared goods baru diisi,proses selesai saat paspor saya diberikan kembali dan petugas mengatakan "enjoy our 15 day",padahal saya hanya 5 hari,namun memang visa saya bisa berlaku ntuk 15 hari stay di jepang..karena tidak membawa bagasi setelah itu saya langsung menghampiri ibu-ibu petuga s cleaning dan menanyakan dimana kereta Keisei Main line,lalu ibu-ibu itu menunjuk ke arah kanan,saya langsung bergegas kesana..sebagi info,Narita Airport dihubungkan ke kota dengan kereta Keisei,atau Narita Express,dan juga JR line.setelah mempertimbangkan cost saat dijakarta,akhirnya saya memilih opsi yang paling murah,yaitu Kereta keisei Mainline. Kereta Keisei sendiri terdapat 3 line,yaitu Keisei Main Line,SkyLiner,dan Keisei Narita Sky Access Express
Photobucket

Keisei Skyliner adalah kereta yang mempunyai akses direct ke kota (Nippori/Ueno),dengan jarak tempuh hanya sekitar 30 menitan,seharga 2400 Yen one-way..untuk Access Express,kereta tersebut sempat berhenti di Aoto,seharga ,dan terakhir adalah Keisei Main Line,adalah kereta biasa yang berhenti di stasiun-stasiun(terlihat di gambar diatas),memakan waktu sekitar 1 jam 30an menit. Saya cek di Hyperdia,seharga 1000 Yen,sudah pasti saya akhirnya memilih line ini..Sebenarnya ada yang paling mahal dan cepat,yaitu kereta Narita Express atau NEX,diperkirakan sekita 3500 Yen untuk tarifnya sekali jalan,wow..
Begitu turun ke lantai B1F,saya langsung ke konter tiket,saya meminta tiket Keisei Main Line dan dia menanyakan ingin sampai stasiun mana,berhubung saya menginap di Ikebukuro,saya meminta sampai disitu,lalu dia beri satu tiket tertera 1160 Yen,dia mengatakanbahwa ini adalah tiket untuk 2 kereta dengan rincian 1000 Yen untuk sampai stasiun Nippori menggunakan Keisei Main Line,dan 160 yen untuk kereta JR Yamanote Line menuju Ikebukuro, wah sama seperti yang di calculate di Hyperdia..

Photobucket

Suasana kereta saat berangkat belum begitu penuh,didepan saya terdapat rombongan orang Thailand yang juga sama excited nya dengan saya,mereka terus melihat-lihat keluar jendela. Kereta lalu berhenti-henti disetiap stasiun..orang-orang yang bukan penumpang dari narita masuk..disepanjang jalan saya melihat rumah-rumah,dan sawah di Kota Narita..
Photobucket


Nenek-nenek yang duduk di sebelah rombongan Backpacker thailand lalu menunjuk kearah luar dibelakang saya, dengan bahasa inggris yang sangat terbatas, tapi kelihatan ia ingin menunjukan dikejauhan ada icon tokyo yang baru, yaitu Tokyo Skytree . Tower pemancar tertinggi didunia.Ini adalah tower yang bertugas menggantikan Tokyo Tower, yang dianggap sudah ketinggalan jaman karena hanya sebagian besar mampu melayani penyiaran berbasis analog atau konvensional,sedangkan pada era penyiaran digital,diperlukan tower yang lebih baik.sayang,Tokyo Skytree dibuka perdana tangal 22 mei hari selasa,tepat sehari sesudah saya pulang ke Jakarta!!!..tapi kekecewaan itu sedikit terobati begitu tahu kalau untuk naik ke observation decknya bertarif 3000 Yen,wow!!sang nenek lalu turun di salah satu stasiun yang kami lewati,dari luar ia dengan senyum terus melambaikan tangan ke para backpacker tersebut,hahaha

Ada iklan 787 di kereta,sepertinya di jepang memang lagi demam boeing 787,dimana dua maskapai terbesarnya ANA,dan JAL adalah dua maskapai pertama didunia yang mengunakan pesawat baru berbahan Carbon-fiber ini..

Setelah perjalanan yang agak lama,saya akhirnya sampai distasiun nippori,stasiun ini cukup besar.  Saya langsung mencari JR Line, beruntung petunjuk informasi berbahasa inggris dengan mudah memberi direction ke saya,dan saya langsung menemukan track tersebut, pada banner2 petunjuk itu biasanya ditulis, misal "JR Yamanote Line, For ikebukuro,Nishi-Nippori dll"  jadi diberitahu bahwa line ini akan melewati beberapa stasiun besar, ini sangat membantu.
Photobucket

Setelah turun di Ikebukuro,saya lalu mencari West Exit,oh iya,pada stasiun-stasiun besar seperti Ikebukuro,Shinjuku,Shibuya biasanya terintegrasi dengan mall-mall,ini juga bisa jadi petunjuk exit mana yang dipilih karena biasanya dinamai dengan mall tersebut. Ternyata tempat saya keluar agak asing bagi saya, mungkin yang saya lihat di maps adalah exit khusus Tokyo Metro. Namun saat saya mencoba kearah kanan,akhirnya saya menemukan McD yang menjadi patokan saya untuk menuju hotel.
Photobucket
Menyusuri gang disebelah kiri Mcd,saya mendapati kios kios yang menjajakan makanan seperti Udon,atau tempura..

Melwati gang berikutnya,gapura ini sepertinya menunjukan bahwa ini adalah tempat wisata,
Photobucket
Terdapat tempat slot pachinko disini..dan juga toko-toko yang lain,

Setelah keluar gang kearah kiri,dan menemukan Pasela Resorts akhirnya kami menemukan jalan tempat hotel kami berada,Sakura Hotel Ikebukuro

Budget hotel ini dikonsepkan dnegan kafe tenda diluarnya,dengan sajian makanan-makanan yang direkomendasikan oleh pengunjung-pengunjungnya dari berbagai dunia.Pada kafe terdapat layar TV LCD besar yang sering memasang tweetdeck account twitternya,waah saya sempat tweet ke hotel itu sebelum berangkat,dan pasti disaksikan oleh pengunjung lain. Sakura hotel ini cukup aktif berinteraksi di twitter,jadi memberikan kesan yang friendly sekali.
Setelah check-in, berhubung karena peraturan juga di kebanyakan hotel lain bahwa check-in adalah jam 3,sedangkan saat itu adalah pukul 12 siang,maka kami belum bisa masuk kamar,tas kami titipkan dulu,dan kami langsung menuju tempat pertama,yaitu Tokyo tower..

PhotobucketTapi sebelum itu,perut kami sudah lapar,dan kami memutuskan mencari makanan..oh ya,saat melewati gang tadi kami menemukan Yoshinoya,yang katanya Japan's no.1 beef bowl..berhubung saya belum pernah coba yang diJakarta,saya langsung kesana..
Dari menu yang terpampang diluar,saya melihat yang paling murah adalah 380 yen..sekilas seperti Beef Bowl,tapi,apakah ini mengandung babi atau tidak?.Ingin masuk..tapi nggak ngerti gimana bukanya sliding door ini,dan saya gak sengaja nyentuh kacanya,pintu otomatis kebuka dengan sendirinya,sebuah kesan pertama yang baik..
 Badan belum sepenuhnya masuk, sudah disambut dengan bapak paruh baya karyawan Yoshinoya dengan kata sambutan khas orang Jepang diikuti bahasa yang makin saya nggak ngerti,namun tanganya menunjuk kearah bangku,saya lalu duduk di pojok,secara sistem , ini sama seperti warteg posisinya..

Walaupun kecil ,tapi suasana sangat nyaman, dengan environtment yang bersih dan terdengar dentuman musik khas jepang dari radio yang diputar dengan volume rendah..sesekali terdengar gemuruh luar saat pengunjung masuk diikuti dengan sambutan berbahasa jepang dari Bapak itu tadi..

Saya tanya apakah menu ini mengandung babi,beef or pork,beruntung dia mengerti,dia bilang beef,no pork..diluar itu dia beberapa kali berbicara bahasa jepang sambil tersenyum dan saya cuma mengangguk saja, inilah kesan pertama saya berinteraksi dengan orang Jepang, ramah, ramah.. dan ramah..
Beef bowl nya sendiri terdiri dari semangkuk nasi dnegan so'un dan daging (semcam sukiyaki) diatasnya..dan rasanya,enak! saya minta sendok pun dijawab dengan bahasa jepang sembari terus mengucapkan arigato buat saya, juga pengunjung lain yang keluar  masuk..setelah selesai,saya menuju stasiun..

Cuaca saat itu mendung, dengan angin yang agak dingin, suhu udara saat itu sekitar 18 derajat celcius. Kembali ke Stasiun Ikebukuro, kali ini kami langsung menuju entrance untuk subway nya..Tokyo Tower dapat dicapai dengan Tokyo Metro dengan berhenti di Stasiun Kamiyacho,yang merupakan bagian dari Hibiya Line.berhubung Hibiya line bukan bagian dari stasiun metro ikebukuro,kami harus lewat marunochi Line dulu dan transfer di Stasiun Ginza..

oh iya,pada hari ini saya langsung menggunakan Tokyo Metro one day pass ( http://www.tokyometro.jp/en/ticket/value/1day/index.html ), karena saya hitung lebih murah pakai unlimited pass ini.
Pertama kali masuk kereta subway,suasananya tidak jauh berbeda dengan kereta JR,juga kereta milik PT.KAI (Di Gambir saya menemukan beberapa kereta yang masih berlogo Tokyo Metro) kereta model lama namun tetap nyaman dan bersih,langit-langit tidak terdapat bekas debu apapun,mungkin tiap hari dilap terus ya..jadi biarpun model lama,tetap nyaman digunakan.
Setelah sampai di Stasiun Kamiyacho,kami menuju exit 2,kami lalu menyusuri jalan yang menanjak..lalu kekiri diperempatan..
Photobucket
Photobucket

Tokyo Towerhttp://www.tokyotower.co.jp/english/ ) yang berada di Shiba Park,Minato,Tokyo ini,adalah bangunan tertinggi dijepang sebelum digantikan oleh Tokyo Skytree.Tokyo Tower yang berdiri tahun 1958 dan memiliki tinggi 332.5 meter ini,ditengahnya terdapat observation deck,yang memungkinkan untuk menikmati panorama Tokyo.namun karena biaya masuk sekitar 820 yen,saya mengurungkan niat untuk masuk ke dalamnya.


PhotobucketSetelah itu saya kembali menuju stasiun untuk menuju ke Meiji Jingu shrine,di tengah jalan,saya bertemu Yoshinoya lagi dan sempat berhenti di 7 eleven karena tersedia wi-fi gratis disini,oh iya, wifi gratis ini tersedia di 7 & i-holdings ya,bukan yang 7 eleven biasa,ini sepertinya beda pengelola. Saya lalu beli es krim keju seharga 62 Yen,dan gak disangka biarpun paling murah tapi menurut saya rasanya enak banget!!
Photobucket

setelah sampai distasiun kamiyacho kami langsung mencari line yang menuju Meiji-jingumae_harajuku station.dan ternyata berada di marunochi line.
Photobucket

sampai disana dan mencari exit yang menuju Meiji Shrine saya langsung dihadapkan pada stasiun yang lumayan terkenal,yaitu stasiun kereta nya JR line bernama Harajuku Station.
Photobucket

Bangunannya khas,dan kecil,masih bertahan dengan arsitektur Stasiun Jepang lama.namun isinya banyak banget,ini mungkin karena Harajuku Station adalah gerbang wisata nya buat Meiji-Jingu Shrine dan juga Takeshi-ta Street dan Harajuku Street. Gerbang Meiji-Jingu tidak jauh dari subway dan Harajuku station..
Photobucket Photobucket


sekilas tentang Meiji-jingumaehttp://www.meijijingu.or.jp/english/ ) menurut wikipedia  merupakan Kuil Shinto yang didedikasikan untuk memuja arwah Kaisar Meiji dan istrinya, dan dari yang saya baca-baca,ini adalah the finest shrine in tokyo.jadi kalau ingin mencari ketenangan dan kedamaian dari suasana kuil di tokyo,disinilah tempatnya..
 Photobucket

Kuil ini berada di tengah area hutan seluas 700.000 meter persegi,sehingga untuk mencapainya dari gerbang harus berjalan kaki dulu sekitar 10-15 menit di jalanan besar berkerikil yang dikelilingi oleh pohon-pohon besar..Ditengah jalan sempat menemukan jejeran tempat sake..
Photobucket
Photobucket

Sampai akhirnya saya sampai di gerbang utama dari kuil tersebut.
Photobucket

Disebelah kirinya ada sumber air seperti sumur yang kebanyakan orang saya lihat mencuci tangannya dan meminum air tersebut sebelum masuk..
Photobucket

dan ternyata benar,suasana didalam terlihat tenang sekali.
Photobucket

Terdapat beberapa grup tur yang sedang berjalan-jalan juga,saya,abang saya dan ibu saya menghabiskan waktu sejenak untuk duduk-duduk dan beristirahat di tengah sejuknya angin di daerah lapang itu..karena kami masih lelah sebenarnya dari perjalanan semalam..
Photobucket
Photobucket

Hmm...bagaimana mereka membentuk pohon tersebut tetap terlihat bulat ya...

Terdapat semacam tempat menuliskan permohonan dipojok lapangan kuil,dan kayu yang dituliskan doa tersebut ditempelkan,untuk satu board kayu dikenakan tarif yang saya lupa harganya..saya dan ibu saya membaca permohonan dan doa yang ditulis pengunjung-pengunjung yang menggunakan   bahasa inggris..
Photobucket
P5108946

Setelah puas di kuil,saya berjalan keluar dan menyusuri jalan diseberang JR Harajuku Station,untuk ke jalan Takeshi-ta,merupakan jalan yang terkenal di Harajuku sebelum memasuki Harajuku street.disini yang katanya anak-anak muda bergaya yang aneh-aneh..
Photobucket
P5108977

dan inilah gerbangnya,di bagian kiri gerbang terdapat panduan yang bisa diambil pengunjung untuk mengetahui tentang kawasan ini,ya..walaupun isinya adalah bahasa Jepang,Indonesia boleh juga mengikuti seperti ini,secara tidak langsung Wisatawan akan merasa di sambut oleh warga lokal..
Photobucket

Jalanan ini cukup ramai,belum lagi oleh toko-toko yang menjual pakaian yang aneh-aneh,dan menarik.Di sepanjang jalan saya menemukan orang-orang negro yang menjadi karyawan di toko-toko apparel RnB/Hip Hop,mereka mengampiri orang yang lewat bahkan sesekali menggenggam lengan pejalan kaki tesebut,namun masih dalam tahapan yang wajar dan tidak terlalu memaksa,sampai saat saya dan abang saya sedang menunggu ibu saya yang ada didalam toko,saya dihampiri salah satu orang negro,mereka menawarkan dnegan bahasa jepang yang cukup fasih,hingga akhirnya mengajak bersalaman dan menanyakan dari mana kami dengan bahasa inggris,setelah tahu dari indonesia,ia bertanya "apakah kamu muslim?""assalamualaikum".Dia lalu mengatakan untuk berhati-hati disini banyak sekali makanan non-halal,dan disekitar sini ada restoran Malaysia yang menyajikan makanan halal..awalnya saya berfikir orang ini punya niat buruk atau apa..namun ternyata tidak...
Photobucket
Di jalan ini terdapat Daiso,adalah sebuah chain supermarket/toko yang menjual barang dimana semua nya dipatok 100 Yen,(+5 untuk pajak) atau beberapa barang disini seharga kelipatan dari 105 yen,kata bapak saya,disini tempat yang pas untuk cari oleh oleh,dan juga dompet-dompet HP yang bagus-bagus,cuma,kok tenryata pilihan nya sedikit sekali ya?dan di dominasi oleh peralatan rumah tangga..
Tapi,toko 100 Yen memang bukan hanya daiso,banyak toko-toko perorangan yang juga menjual khusus semua barang seharga 100 Yen,Daiso hanya nama Chain besarnya  saja..

 Photobucket

PhotobucketNah di jalan ini juga terdapat Marion Crepes (http://www.marion.co.jp/ ),yang terkenal di Harajuku,tapi kok harga crepes manis ini gak cocok dikantong saya,hehe jadi saya memutuskan mengabil gambarnya saja.

Setelah lewat Takeshita Dori,ada Harajuku Street,namun saya tidak masuk dan hanya melihat dari luarnya saja,karena juga suasananya gak seramai takeshita dori,jadi saya memutuskan mengambil jalan besar kekanan untuk menuju entrance Tokyo Metro.
tujuan selanjutnya adalah Shibuya,namun karena tas kami masih dititipkan dihotel dan belum masuk kamar,akhirnya kami memutuskan kembali ke ikebukuro dulu(biarpun dari meijijingumae ke shibuya dekat sekali menggunakan metro)mengingat tiket metro kami adalah unlimited pass.
setelah sampai hotel,kami langsung check in dan....ini dia kamarnya...
P5108987
Budget hotel di tokyo memang biasanya sempit, namun bersih. Bahkan dikamar mandinya yang sempit pun tersedia bath cape berukuran mini. Kamar kami adalah twin dengan 1 extra bed, dilengkapi LCD TV Digital lokal, dan sebuah kabel LAN, yang baru saya ketahui di hari ke-3 kalau internet nya free!

Photobucket

Setelah hari agak gelap,kami lajut lagi untuk menuju stasiun tersibuk ke-4 di jepang,Shibuya.Ini pertama kali melihat Jepang disaat malam di Ikebukuro. Dari beberapa situs yang saya baca mengatakan bahwa kawasan ini juga akan menjadi Electric Town seperti Akihabara.
Photobucket

Kami lalu masuk entrance metro no. c6 dan menuju Marunochi line,karena shibuya juga memiliki line marunochi,kami tidak usah transfer ke line lain. Perjalanan berlangsung tidak begitu lama.
Photobucket

Saya langsung mencari exit 8,atau yang biasa disebut Hachiko Exit,seperti yang sudah pada tahu,Patung Hachi-kohttp://en.wikipedia.org/wiki/Hachik%C5%8D ) di shibuya menggambarkan kesetiaan anjing menjemput tuannya bahkan saat tuannya sudah meninggal pun,ia tetap menunggu di depan stasun tersebut.kini patung tersebu tdiabadikan dan sering dijadikan tempat untuk meetin gpoint di shibuya..
Photobucket

dan inilah gedung-gedung di luar stasiun shibuya,kalau ke tokyo..harus merasakan menyebrang dan merasakan keramaian pejalan kaki di perempatan besar ini. Suasana sangat ramai dengan pejalan kaki..
Stasiun Shibuya dari luar..
Begitu lampu telah menyala hijau,saya mulai berjalan menyebrang dan dari jauh kerumunan orang dengan jas hitam juga menyebrang,saya tidak bisa mengabadikan nya karena sangat ramai dan kemungkinan bisa bertabrakan satu sama lain..
Photobucket
Photobucket

Menyusuri jalan kanan disebelah Shibuya 109,sebuah pusat perbelanjaan yang terkenal saya menemukan lagi Yoshinoya tepat sebelum jalan masuk Center Gai,adalah jalan kecil dimana menjual clothing,musik dan video games.Saya kembali makan beef bowl,kali ini karyawannya adalah wanita,namun dengan tipe pelayanan yang seragam dengan saat saya makan di Ikebukuro...
Photobucket
setelah puas menikmati malam yang terang di Seputaran Shibuya,waktu menunjukan pukul setengah 10 malam,saya kembali ke stasiun untuk kembali ke hotel,dikarenakan kami sudah lelah dan besok pagi masih harus berangkat pukul setengah 6 pagi..
Photobucket
waktunya beristirahat...sebuah pengalaman awal yang sangat menyenangkan dan berkesan pada malam pertama di Tokyo.
Photobucket

ikuti perjalanan saya dihari kedua, mengunjungi Lake Kawaguchi untuk melihat Gunung Fuji yang berada sekitar 100 km di sebelah barat daya dari kota tokyo, Ueno park dan Ueno Zoo untuk melihat Panda, ke Asakusa mengunjungi Sensoji Temple, dan melihat Tokyo SkyTree dari Sumida River,dan diakhiri dengan mengunjungi akihabara electric town dan menyusuri kawasan shopping tertua di tokyo,Ginza.
DAY 2 CLICK HERE

DAY 1 | DAY 2 | DAY 3 | DAY 4 | DAY 5




5 comments:

FLookin' Good KPOP Stuff said...

wahh bang keren bgt trip ke Jepangnya :D jd nambah pengetahuan

ternyata udh ke seoul juga ya,,
wah telat baca saya
di tunggu bang trip selanjutnya ;D

raldi said...

Terima kasih sudah mampir dan baca Trip Report saya:).untuk seoul memang masih saya rapihin,sekali lagi terima kasih ya sudah baca blog ini

Vanilla Sentimental said...

wah keren keren
saya kebetulan tahun depan (2013) mau ke jepang sama pake garuda ke narita juga..

boleh minta info itu nginepnya di hotel/hostel mana? ratenya berapa ya?

raldi said...

Terima kasih @pabochorom sudah membaca blog saya ini. Waktu itu saya menginap di grup hotel Sakura, kami menginap pada hotel Sakura yang di Ikebukuro. Kamarnya memang tidak besar. namun nyaman dan bersih, sampai ada Bathtub segala walau minimalis,hehe. Untuk Cek rates dan memilih sakura hotel mana yang cocok bisa cek di http://www.sakura-hotel.co.jp/rooms-rates . Jika ingin pilihan hostel lain bisa cek http://www.khaosan-tokyo.com/en/index.html yang di kabuki menawarkan hostel dnegan kamar mandi di dalam. Semoga membantu dan have a fun trip:)

Anonymous said...

kalo kita mau trip ke jepang dari jakarta sekitar 5 hari di sana bisa mengeluarkan kocek berapa ya???

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...